Bungkam Aku

Jantungku serasa terhenti sesaat, napasku sesak. Bukankah kamu pernah bilang ingin bicarakan hal itu bersamaku, bahkan kamu sendiri yang katakan tidak akan sembunyikan sesuatu kepadaku tentang hal itu walaupun menurut anggapan kamu itu bukan hal yang penting? Kenapa kamu sembunyikan kalau tidak aku tanyakan? Bukankah kamu sudah menyanggupi bahwa akan mengatakan kepadaku ketika "akan" mengambil keputusan, bukan saatnya kamu "lakukan " keputusan itu?

Bukan "apa" dan "bagaimana" serta "mengapa" keputusan itu yang jadi masalah bagiku. Itu terserah kamu, itu hakmu. Ke-tidak-terus-terang-an kamu, skenario dan entah rencana apa yang ada dalam pikiranmu membuatku benar-benar terhempas saat kutahu apa kata hatimu sebenarnya!

Benci? TIDAK.
Aku akan selalu mendoakan kebaikan bagi kamu.