Alhamdulillah... kecintaanku mampu membunuh keinginan marah dan benci. Alhamdulillah... dapat terhindar dari dendam dan fitnah....
Bukankah aku harus belajar "mengikhlaskan" apa yang telah terjadi, dengan menganggap sekadar sebagai pelajaran atau mampu mengambil hikmah dari kejadian sebelumnya?
Bukankah "sayang" dan "benci" diperbolehkan hanya karena Allah subhanahu wata'ala?
Bukankah usiaku yang semakin berkurang, mestinya aku makin bijak dalam menyikapi aksi dari luar diriku?



