Tau diri

Jantungku berdetak kencang, napasku memburu, aliran darah semakin cepat. Aku kecewa, aku cemburu, aku terabaikan, aku tersisihkan dan aku merasa dihempaskan. Perasaan itu muncul begitu saja setelah tahu isi hati kamu, jelas tertulis dan tersimpan rapih di foldermu.

Mestinya aku tidak perlu seperti itu, tetapi selama ini berdasarkan ucapan-ucapan kamu yang selalu berubah, tidak konsisten, membuatku berpikir lain, hingga tiba saatnya aku benar-benar terhempas setelah aku membaca sendiri curahan hati kamu.

Kenapa harus berbohong, kenapa harus berdiplomasi, kenapa semua kamu lakukan kalau memang selama ini memang tidak kamu harapkan. Bukankah kamu tau aku orang yang selalu terus berusaha konsisten dengan apa yang telah aku ingin jalani?

Kenapa harus katakan "akan" padahal "sudah" dilakukan? Apakah dengan bohongi aku, dengan tunda kebenaran akan membuat keadaan menjadi lebih baik? Itu sangkamu dan aku selalu katakan jangan pernah selalu menyangka akan diriku!

Aku tahu diri!

0 comments:

Post a Comment